**Persekusi Transpuan di Bogor â ‘Identitas Berbeda Tak Semestinya Membuat Kami Mendapat Kekerasan’** **Pembuka** Persekusi terhadap komunitas transpuan di Kota Bogor semakin intensif dan ganas. Sejak awal Juli lalu, transpuan di beberapa daerah telah mengalami kekerasan dari sekelompok orang. Serangan terhadap mereka semakin masif dalam beberapa hari terakhir, dengan beberapa kasus yang mencakup penggunaan benda tajam dan kekerasan fisik. **Momen Penentu di Menit Akhir** Video yang menampilkan persekusi terhadap komunitas transpuan di Kota Bogor viral di media sosial sejak Kamis (16/07). BBC News Indonesia berbicara dengan seorang transpuan yang dipersekusi di Kota Bogor, Jawa Barat. Mengenai identitasnya, kami tidak menyebutkan untuk pertimbangan keselamatan. Transpuan ini berkata, dia menghadapi persekusi dari sekelompok orang sejak awal Juli lalu. Dalam beberapa hari terakhir, kata dia, serangan terhadap dirinya dan komunitasnya di Kota Bogor semakin masif. Dalam salah satu peristiwa persekusi, transpuan tersebut berusaha melawan orang-orang yang menyerangnya. “Saya mengalami luka fisik kemarin karena melakukan perlawanan,” ujarnya. “Tangan saya agak bengkak. Saya enggak mau luka sia-sia apalagi dengan ulah mereka yang tidak beradab,” tuturnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Serangan terhadap komunitas transpuan di Kota Bogor dalam dua pekan terakhir terjadi setidaknya di tiga lokasi berbeda. Mereka yang disasar merupakan transpuan yang bekerja sebagai pekerja seks komersial, kata Arisdo Gonzalez, yang mengadvokasi hak-hak komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ) melalui organisasi Pelangi Nusantara. Selain itu, Arisdo juga menyatakan bahwa persekusi di Kota Bogor menyasar tempat para transpuan pekerja seks menawarkan jasa mereka. Persekusi ini, menurut Arisdo, semakin masif sejak narasi anti-LGBTQ merebak melalui pemberitaan media massa dan unggahan media sosial. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Berdasarkan kesaksian yang dia dapat dari komunitas transpuan di Kota Bogor, Arisdo bilang ada pula pelaku persekusi yang memukul memakai botol, melempar balok, dan mengacungkan samurai. BBC News Indonesia telah meminta konfirmasi dan tanggapan Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, terkait persekusi ini. Namun hingga artikel ini dipublikasi, dia belum memberikan tanggapan. Sementara itu Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyebut persekusi terhadap para transpuan itu sebagai perbuatan yang “menghakimi”. “Kalau itu menghakimi, saya pikir itu takutnya melanggar hukum. Hati-hati saja,” kata Dedie kepada Tribunnews . “Caranya kan harusnya mungkin pembinaan dari masyarakat, dari para pemuka agama, pendidikan, keluarga, semuanya berperan,” ucapnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Seorang transpuan korban persekusi di Kota Bogor menyebut dirinya masih trauma dengan apa yang dihadapinya. “Saat ini pun ada rasa waswas dan takut,” ujarnya. Kelompok LGBTQ yang paling rentan mengalami persekusi adalah transpuan pekerja seks komersial di jalanan, kata Arisdo Gonzalez dari Pelangi Nusantara. Alasannya, secara fisik mereka terlihat dan berada di ruang publik. Namun ironisnya, menurut Arisdo, para transpuan itu juga rentan karena tak memiliki privilese dan perlindungan apapun. Mereka berada di jalanan, kata Arisdo, karena satu-satunya cara mereka mendapatkan penghasilan adalah dengan menjajakan seks. **Kesimpulan** Persekusi terhadap komunitas transpuan di Kota Bogor semakin intensif dan ganas. Kami berharap pemerintah dan masyarakat dapat melakukan tindakan yang cepat dan efektif untuk menghentikan kekerasan ini dan memberikan perlindungan kepada korban. Sebagai masyarakat, kita harus berperan aktif dalam mengadvokasi hak-hak komunitas LGBTQ dan mempromosikan keadilan dan kemanusiaan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cm2g44879m0o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.